Contoh Kalimat Majemuk
Bahasa Indonesia

Contoh Kalimat Majemuk

Saat ini mungkin salah satu dari kita telah mengetahui tentang kalimat majemuk, namun untuk kalian yang belum mengetahui tentang kalimat majemuk, silahkan simak penjelasan contoh kalimat majemuk yang akan foradoarmario.net bahas kali ini.

Kalimat adalah penggabungan atau rangkaian kata-kata yang dapat berdiri sendiri dan memiliki makna lengkap. Kalimat itu sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu kalimat majemuk dan kalimat tunggal.

Agar lebih jelas, sebelumnya kalian harus mengerti dan paham terlebih dahulu tentang pengertian kalimat majemuk itu sendiri.

Pengertian

Contoh Kalimat Majemuk

Didalam setiap kalimat pasti memiliki klausa dan penggabungan antara subjek predikat, objek, pelengkap dan keterangan.

Namun berbeda dengan Kalimat Majemuk, karena kalimat ini terdiri lebih dari satu subjek, predikat, objek, dan keterangan, serta kalimat pelengkap lain.

Hubungan antar klausa yang terdapat dalam kalimat majemuk tersebut pada umumnya dihubungkan menggunakan sebuah konjungsi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Kalimat Majemuk merupakan sebuah kalimat yang dibentuk menggunakan dua pola kalimat atau lebih, yang terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat.

Ciri-Ciri Kalimat Majemuk

Untuk mengenal dan mempermudah memahami kalimat majemuk, perlu diperhatikan karakteristik yang terdapat didalam kalimat tersebut, ciri-ciri atau karakteristik kalimat majemuk yaitu :

  1. Memiliki lebih dari satu subjek dan satu predikat.
  2. Terdapat penggabungan atau perluasan pada kalimat.
  3. Pada penggabungan kalimat tersebut akan menghasilkan kalimat dengan pola yang baru.
  4. Pola kalimat terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat.
  5. Hubungan setiap klausa akan dihubungkan menggunakan kata penghubung atau konjungsi.

Jenis-Jenis Kalimat Majemuk

Pada kalimat majemuk terdapat kata penghubung yang berbeda-beda. Sehingga dapat diketahui jenis kalimat tersebut dengan cara memperhatikan konjungsi yang digunakan.

Berikut ini Macam-macam jenis kalimat majemuk :

1. Kalimat majemuk Setara

Jenis yang pertama adalah kalimat majemuk setara, dimana kalimat ini merupakan kalimat yang memiliki sifat setara pada setiap unsur-unsurnya.

Ciri-Ciri Kalimat Majemuk Setara :

  1. Pada setiap klausa yang satu dan klausa lainnya terdapat hubungan yang koordinatif, sehingga kalimat tersebut dapat berdiri sendiri walaupun telah dipisahkan.
  2. Salah satu klausa berkedudukan sama atau setara dengan klausa lainnya.
  3. Konjungsi yang digunakan pada kalimat majemuk setara ini berupa :
    • dan
    • lalu
    • kemudian
    • bahkan
    • ketika
    • setelah
    • sebelum
    • sedangkan

Kalimat majemuk setara ini juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu :

  1. Majemuk Setara Sejalan
    Merupakan kalimat yang terdiri lebih dari satu kalimat dan memiliki sifat yang kedudukannya setara.
  2. Majemuk Setara Berlawanan
    Merupakan kalimat yang terdiri lebih dari satu kalimat dan memiliki isi yang menyatakan tentang situasi atau kondisi yang berlawanan.
  3. Majemuk Setara Sebab Akibat
    Merupakan kalimat yang terdiri lebih dari satu kalimat tunggal yang salah satu bagiannya berisi tentang hubungan sebab akibat dari bagian kalimat lainnya.

2. Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang terdiri lebih dari satu kalimat tunggal dan memiliki kedudukan yang tidak setara.

Klausa-klausa dari kalimat ini merupakan hasil dari perluasan terhadap salah satu unsur sehingga membentuk pola yang baru.

Salah satu unsur dari kalimat tersebut kedudukannya sebagai induk kalimat dan kedudukan unsur lainnya sebagai anak kalimat.

Ciri-Ciri Kalimat Majemuk Bertingkat :

  1. Apabila salah satu dari klausa atau anak kalimat dipisahkan, maka kalimat tersebut tidak memiliki makna.
  2. Konjungsi yang digunakan pada kalimat majemuk bertingkat ini berupa :
    • jika
    • ketika
    • walaupun
    • bagaikan
    • bahwa
    • sebab
    • sehingga.

Kalimat majemuk bertingkat ini juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu :

  1. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Waktu
    Biasanya konjungsi yang digunakan pada kalimat ini yaitu :
    • ketika
  2. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Syarat
    Biasanya konjungsi yang digunakan pada kalimat ini yaitu :
    • jika
    • seandainya
    • asalkan
    • apabila
    • andaikan
  3. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Tujuan
    Biasanya konjungsi yang digunakan pada kalimat ini yaitu :
    • agar
    • supaya
    • biar
  4. Kalimat Majemuk Bertingkat Konsensip
    Biasanya konjungsi yang digunakan pada kalimat ini yaitu :
    • walaupun
    • meskipun
    • biarpun
    • kendatipun
  5. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penyebab
    Biasanya konjungsi yang digunakan pada kalimat ini yaitu :
    • sebab
    • karena
    • oleh karena
  6. Kalimat Mejemuk Bertingkat Hubungan Perbandingan
    Biasanya konjungsi yang digunakan pada kalimat ini yaitu :
    • ibarat
    • seperti
    • bagaikan
    • laksana
    • sebagaimana
    • lebih baik
  7. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Akibat
    Biasanya konjungsi yang digunakan pada kalimat ini yaitu :
    • sehingga
    • sampai-sampai
    • maka
  8. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Cara
    Biasanya konjungsi yang digunakan pada kalimat ini yaitu :
    • dengan
  9. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Sangkalan
    Biasanya konjungsi yang digunakan pada kalimat ini yaitu :
    • seolah-olah
    • seakan-akan
  10. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Kenyataan
    Biasanya konjungsi yang digunakan pada kalimat ini yaitu :
    • padahal
    • sedangkan
  11. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Hasil
    Biasanya konjungsi yang digunakan pada kalimat ini yaitu :
    • makanya
  12. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penjelasan
    Biasanya konjungsi yang digunakan pada kalimat ini yaitu :
    • bahwa
  13. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Atribut
    Biasanya konjungsi yang digunakan pada kalimat ini yaitu :
    • yang

3. Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran merupakan sebuah penggabungan antara kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat.

Biasanya dalam kalimat majemuk campuran ini memiliki paling sedikit tiga jenis kalimat tunggal.

Ciri-Ciri Kalimat Majemuk Campuran :

  1. Terdapat 3 buah klausa atau lebih yang salah satu klausa memiliki peran sebagai induk kalimat dan klausa lain berperan sebagai anak kalimat.
  2. Memiliki dua buah konjungsi atau lebih yang digunakan untuk menghubungkan klausa satu dengan klausa yang lainnya.

Kalimat majemuk campuran ini juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu :

  1. 1 Induk Kalimat dan 2 Anak Kalimat
    Kalimat ini hanya memiliki satu buah kalimat tunggal yang berperan sebagai induk kalimat.
  2. 2 Induk Kalimat dan 1 Anak Kalimat
    Kalimat ini memiliki dua buah kalimat yang berperan sebagai induk kalimat, sedangkan satu anak kalimat lainnya hanya berperan sebagai penjelas.

4. Kalimat majemuk Rapatan

Jenis yang terakhir adalah kalimat majemuk rapatan, dimana kalimat ini adalah hasil dari kalimat majemuk setara yang bagian-bagiannya telah dirapatkan karena memiliki posisi kedudukan yang sama.

Bagian kalimat yang dirapatkan biasanya subjek/predikat. cara merapatkannya yaitu dengan menghilangkan unsur-unsur yang sama.

Ciri-Ciri Kalimat Majemuk Rapatan :

  • Kalimat ini dapat dipisahkan menjadi dua buah kalimat tunggal atau lebih.
  • Cara memisahkannya yaitu dengan menggunakan tanda koma dan konjungsi.

Kalimat majemuk rapatan ini juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu :

  1. Kalimat Majemuk Rapatan Subjek
    Merupakan kalimat yang terbentuk karena terdapat persamaan unsur subjek antar dua kalimat yang digabungkan.
  2. Kalimat Majemuk Rapatan Predikat
    Merupakan kalimat yang terbentuk karena terdapat persamaan unsur predikat antar dua kalimat yang digabungkan.
  3. Kalimat Majemuk Rapatan Objek
    Merupakan kalimat yang terbentuk karena terdapat persamaan unsur objek antar dua kalimat yang digabungkan.

Contoh Kalimat Majemuk

 Contoh Kalimat Majemuk Setara

  1. Wati sedang keluar rumah ketika temannya datang.
  2. Ayah telah di rumah saat kami semua sedang tertidur.
  3. Aku akan menyelesaikan seluruh pekerjaan sebelum jam 5 sore.
  4. Para penumpang segera antri di depan loket setelah loket tersebut telah dibuka.
  5. Tono merupakan anak yang cerdas, tetapi sifatnya tidak membuktikan kecerdasannya.

 Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

  1. Rudi telah tinggal di Jakarta sejak tahun 1997.
  2. Santi datang lebih pagi untuk mendapatkan antrean yang paling depan.
  3. Saya akan pergi berlibur ke Bali apabila semua pekerjaanku telah selesai.
  4. Acara pagelaran musik pada tahun ini lebih meriah jika dibanding dengan acara pagelaran musik pada tahun lalu.
  5. Dia terlalu lama bekerja, sehingga badannya sangat kelelahan.

Contoh Kalimat Majemuk Campuran

    • Wati sedang keluar rumah saat temannya datang, sedangkan ibu membukakan pintu . (kalimat majemuk campuran)
    • Wati sedang keluar rumah. (induk kalimat)
    • Temannya datang kerumah. (induk kalimat)
    • Ibu membukakan pintu. (anak kalimat)
    • Ayah telah pulang dari kantor ketika Ibu sudah menidurkan adik dan Ani telah menyelesaikan pekerjaannya. (kalimat majemuk campuran)
    • Ayah telah pulang dari kantor. (Induk kalimat)
    • Ibu sudah menidurkan adik. (Anak kalimat)
    • Ani telah menyelesaikan pekerjaannya. (Anak kalimat)
    • Ayah membaca koran dan Ibu pergi ke pasar dan tidak ketika tidak ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan. (kalimat majemuk campuran)
    • Ayah membaca koran. (Induk kalimat)
    • Ibu pergi ke pasar. (Induk kalimat)
    • tidak ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan. (Anak kalimat)
    • Pada saat aku terjatuh dari sepeda, adik sedang bermain di kamar sedangkan ibu sedang menyiapkan makanan di dapur. (kalimat majemuk campuran)
    • Adik sedang bermain di kamar. (Induk kalimat)
    • Ibu sedang menyiapkan makanan di dapur. (Induk kalimat)
    • Aku terjatuh dari sepeda. (Anak kalimat)
    • Rudi bermain dengan Anton, sedangkan Risa membaca buku di teras ketika aku datang ke rumahnya. (kalimat majemuk campuran)
    • Rudi bermain dengan Anton. (Induk kalimat)
    • Risa membaca buku di teras. (Induk kalimat)
    • Aku datang ke rumahnya. (Anak kalimat)

 Contoh Kalimat Majemuk Rapatan

    • Rudi  tinggal dan bekerja di Jakarta. (kalimat majemuk rapatan)
    • Rudi tinggal di kota Jakarta. (Klausa 1)
    • Rudi  bekerja di kota Jakarta. (Klausa 2)
    • Santi dan ibu pergi ke pasar. (kalimat majemuk rapatan)
    • Santi pergi ke pasar. (Klausa 1)
    • Ibu pergi ke pasar. (Klausa 2)
    • Indra menduduki kelas 7 SD, sedangkan Sinta kelas 6 SD. (kalimat majemuk rapatan)
    • Indra menduduki kelas 7 SD. (Klausa 1)
    • Sinta menduduki kelas 6 SD. (Klausa 2)
    • Sadam sangat menyukai warna hijau sedangkan Rijal menyukai warna coklat. (kalimat majemuk rapatan)
    • Sadam sangat menyukai warna hijau. (Klausa 1)
    • Rijal sangat menyukai warna coklat. (Klausa 2)
    • Rina menyisihkan sebagian dari gajinya, Saras justru membelanjakan sebagian dari gajinya. (kalimat majemuk rapatan)
    • Rina menyisihkan sebagian dari gajinya. (Klausa 1)
    • Saras membelanjakan sebagian dari gajinya. (Klausa 2)

Penutup

Demikian pembahasan yang dapat kami berikan mengenai contoh Kalimat Majemuk lengkap beserta pengertian, ciri-ciri, jenis-jenis, fungsi dan macam-macamnya untuk kalian semua.

Semoga tulisan di atas dapat menambah ilmu pengetahuan dan ilmu yang bermanfaat untuk kalian semua yang telah membacanya.

Rate this post

You might also like