Contoh Kalimat Langsung
Bahasa Indonesia

Contoh Kalimat Langsung

Mungkin diantara kalian ada yang belum mengetahui penjelasan tentang kalimat langsung, oleh karena itu, pada kesempatan kali ini foradoarmario.net akan membahas penjelasan tentang contoh kalimat langsung.

Terdapat banyak sekali macam-macam kalimat yang ada di pelajaran bahasa Indonesia seperti, Kalimat Persuasif, Kalimat Majemuk, Kalimat Efektif dll.

Berikut ini penjelasan secara lengkap tentang kalimat langsung mulai dari pengertian kalimat langsung, ciri-ciri kalimat langsung, contoh kalimat langsung, serta cara penulisan kalimat langsung.

Pengertian Kalimat Langsung

Contoh Kalimat Langsung

Kalimat langsung merupakan sebuah kalimat yang dikutip atau yang diambil secara langsung dari pernyataan atau pembicaraan seseorang.

Dimana kutipan yang diambil tersebut memiliki intonasi kalimat yang sama persis dengan apa yang disampaikan tanpa adanya penambahan atau pengurangan kata-kata.

Pada umumnya kalimat langsung ini digunakan untuk menyampaikan berbagai informasi atau permasalahan dan biasanya kalimat langsung ini juga di tandai dengan tanda petik pada awal dan akhir kalimat.

Ciri-Ciri kalimat Langsung

Untuk membedakan sebuah kalimat termasuk kalimat langsung atau tidak, terdapat beberapa ciri-ciri kalimat langsung yaitu :

  1. Kalimat langsung yang di kutip dari orang lain harus biasanya ditandai dengan penggunaan tanda petik pada awal kalimat dan akhir kalimat (” … “).
  2. Pada kata pertama dalam kalimat langsung harus menggunakan huruf kapital setelah tanda petik dan pada akhir kalimat harus menggunakan dengan tanda baca yang sesuai dengan jenis kalimat tersebut.
  3. Apabila terdapat kalimat pengiring, maka kalimat tersebut harus dipisahkan menggunakan tanda koma ( , ).
  4. Jika kalimat tersebut merupakan dialog atau kalimat berurutan, maka harus menggunakan tanda baca titik dua ( : ) pada bagian depan kalimat.
  5. Susunan pola yang digunakan dalam kalimat langsung yaitu :
    • Kutipan – Pengiring
      Kalimat pengiring yang diikuti menggunakan kalimat kutipan.
    • Pengiring – Kutipan
      Kalimat Kutipan yang kemudian diikuti menggunakan kalimat pengiring.
    • Kutipan – Pengiring – Kutipan
      Diawali dengan sebuah kalimat kutipan, kemudian diikuti kalimat pengiring dan diakhiri dengan kalimat kutipan kembali.
  6. Dalam membaca atau menyampaikan sebuah kutipan yang merupakan kalimat langsung, penyampaian atau pembacaannya harus menggunakan nada yang sedikit ditekan.
  7. Apabila terdapat dua buah kalimat langsung, maka huruf awal pada kalimat pertama harus menggunakan huruf kapital, sedangkan huruf awal pada kalimat kedua menggunakan huruf kecil kecuali nama seseorang atau kata sapaan.

Cara Penulisan Kalimat Langsung

Terdapat beberapa cara dalam menulis kalimat langsung, yaitu :

Kutipan – Pengiring

  1. Apabila pada awal kalimat merupakan sebuah kalimat kutipan, maka kalimat tersebut harus diapit oleh tanda petik dua dan diawali dengan huruf kapital.
  2. Pada akhir kalimat kutipan menggunakan tambahkan tanda baca seperti :
    • titik.
    • tanda seru.
    • tanda tanya.
  3. Masukkan kalimat pengiring tanpa menggunakan tanda baca koma dan menggunakan huruf kapital.
  4. Kemudian yang akhiri kalimat pengiring menggunakan tanda baca titik.

Pengiring – Kutipan

  1. Apabila pada akhir kalimat merupakan sebuah kalimat kutipan, maka penulisan kalimat pengiring harus ditulis seperti kalimat biasa pada umumnya.
  2. Menggunakan tanda baca koma setelah kalimat pengiring atau sebelum kalimat kutipan.
  3. Gunakan tanda petik dua setelah tanda koma dari kalimat pengiring dan diawali dengan huruf kapital.
  4. Pada akhir kalimat kutipan menggunakan tambahkan tanda baca seperti :
    • titik.
    • tanda seru.
    • tanda tanya.
  5. Gunakan tanda petik dua pada di akhir kalimat kutipan.

Kutipan – Pengiring – Kutipan

  1. Apabila terdapat dua buah kalimat kutipan, maka kalimat tersebut harus diapit oleh tanda petik dua dan pada kalimat kutipan pertama diawali dengan huruf kapital.
  2. Pada akhir kalimat kutipan pertama menggunakan tambahkan tanda baca seperti :
    • titik.
    • tanda seru.
    • tanda tanya.
  3. Menggunakan huruf kapital pada kalimat pengiring.
  4. Menggunakan tanda baca setelah kalimat pengiring.
  5. Kemudian pada kalimat kutipan kedua, gunakan tanda petik dua pada awal dan akhir kalimat.
  6. Pada kalimat petikan kedua tidak diawali dengan huru kapital kecuali nama orang atau panggilan.
  7. Pada akhir kalimat kutipan kedua menggunakan tambahkan tanda baca seperti :
    • titik.
    • tanda seru.
    • tanda tanya.

Contoh Kalimat Langsung

Kutipan – Pengiring

  1. “Saya akan kembali nanti sore.” Kata Rudi.
  2. “Aku benar – benar kelelahan, terlalu banyak yang aku kerjakan hari ini.” Kata ayah kepada temannya di kantor.
  3. “Santi nanti sepulang sekolah bareng saya ya?.” Kata Joko.
  4. “Rini, apakah badan kamu masih sakit?” Tanya ibunya.
  5. “Apa kamu paham tentang pelajaran hari ini?” Tanya Randi.
  6. “Ayo segera masuk ke dalam mobil satu persatu!.” Tegas seorang polisi kepada 4 pencuri yang tertangkap itu.
  7. “Belikan saya sepatu baru!.” Pinta Sarah kepada ayahnya.
  8. “Dimana tempat paman tinggal?.” Tanya Pandi.
  9. “Kamu merupakan seorang anak yang sangat baik.” Kata paman kepada Pandi.
  10. “Kapan buku ku ingin kamu kembalikan?” Tanya Joni kepada Pandi.
  11. “Masuk ke ruang kelas jangan dorong-dorongan.” Kata seorang guru kepada muridnya.
  12. “Bolehkan saya berkunjung kerumahmu?.” Tanya Pandi.
  13. “Siapa dalang dari kasus pencurian ini?.” Tanya seorang wartawan kepada polisi yang sedang bertugas.
  14. “Apakah kamu tidak lapar?.” Tanya Santi melihat Ani.
  15. “Ayo segera naik mobil kita akan terlambat!.” Ucap Rini kepada kawan-kawanya.

Pengiring – Kutipan

  1. Adik bertanya kepada kakaknya, ”Apa maksud dari ucapan kakak?.”
  2. Rudi berkata, ”Aku akan datang besok pagi.”
  3. Rahmat berkata, “Aku akan menyelesaikannya.”
  4. Ayah berkata, “Kamu harus rajin belajar!.”
  5. Ibu berkata, “Ayo bantu ibu menjemur baju!.”
  6. Ayah berkata, ”Saya akan pergi Jakarta untuk beberapa hari.”
  7. Ayah menyuruh Anton, “Belikan ayah rokok di warung depan.”
  8. Santi berkata, “Tadi kalian dicari Rudi sama Jaka.”
  9. Paman bertanya, “Kapan kalian main ke rumah bibi?.”
  10. Ibu berkata, ”Adikmu bermain dimana?.”
  11. Rusdi Berkata, “Adikku berhasil memenangkan juara di sekolahnya!.”
  12. Kakek berkata, “Aku ingin mempunyai sebuah kolam ikan.”
  13. Kakek berkata, ”Waw, ikannya besar sekali!.”
  14. Ibu berkata, ”Jangan terlalu banyak bermain hp, kamu harus belajar.”
  15. Kata Pandi, “Maukah kamu membantu saya membersihkan meja?.”

Kutipan – Pengiring – Kutipan

  1. “Ikatan batin antara anak dan kedua orang tuanya” Katanya, “Merupakan sebuah rahmat yang diberikan Tuhan.”
  2. “Saya belum siap!” Kata Santi, “Tunggu sebentar lagi saya akan selesai!.”
  3. “Anton kamu orang yang sangat baik” Kata Joko, “Saya ingin seperti kamu.”
  4. “Kapan kamu akan pulang?” Tanya kakek, “Kakek ingin menitipkan sesuatu untuk ibu kamu.”
  5. “Hari ini sudah jam 12 siang” Ujar Doni, “Waktunya untuk Istirahat sejenak.”
  6. “Apakah kamu tidak kesepian?” Tanya Sinta kepada Rini, “Ayo ikut kami saja!.”
  7. “Ayo segera selesaikan soal pertama!” Ucap guru kepada muridnya “Agar kita dapat melanjutkan soal berikutnya.”
  8. “Siapa yang menjadi tersangka pencuriannya?” Tanya seorang wartawan, “Dimana kejadiannya?”
  9. “Aku akan pergi keliling desa besok pagi” tegas Doni, “Aku ingin melihat menikmati udara pagi.”
  10. “Apakah kamu sudah makan?” tanya ibu, “Wajahmu terlihat sangat pucat.”

Penutup

Demikian pembahasan dari contoh kalimat langsung lengkap beserta pengertian, fungsi kalimat langsung, ciri-ciri kalimat langsung, jenis-jenis kalimat langsung, dan cara penulisan kalimat langsung yang dapat kami bahas dan sampaikan kepada kalian semua.

Semoga tulisan di atas dapat menambah ilmu pengetahuan dan dapat bermanfaat untuk kalian semua yang telah membacanya.

Rate this post

You might also like